Kisah Pendeta Masuk Islam Setelah Mencekik Nabi Muhammad

Kehidupan nabi muhammad adalah sangat sederhana beliau bisa saja menjadi kaya raya karena beliau mahir dalam berdagang dan juga bisa juga mendapatkan harta lewat rampasan perang. beliau lebih suka menjadi orang yang zuhud karena mementingkan kepentingan ummat.

Pada sewaktu waktu Nabi Muhammad terpaksa berhutang pada salah seorang pendeta yang bernama Zaid bin San’ah di kota Madinah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

Zaid bin San’ah terkenal sebagai pemuka agama yahudi yang hafal injil dan taurat sehingga ia sangat dihormati dikalangan yahudi di Madinah. walaupun sudah turun nabi terakhir yang sudah di ajarkan di taurat dan injil namun ia enggan untuk masuk islam. makanya saat Nabi Muhammad berhutang padanya Zaid bin San’ah menanggapinya seperti orang biasa.

Setelah sekian hari berlalu nabi muhammad sedang memimpin majlis ilmu dan dihadiri oleh banyak sahabat sampai sesak masjid nabawi. tiba tiba Zaid bin San’ah datang melewari shaf demi shaf dan para sahabat memandanginya sambil keheranan siapakah orang itu.

Setelah Zaid bin San’ah berada di belakang Rasulullah Zaid bin San’ah langsung menarik sorban nabi muhammad sehingga seketika itu juga nabi muhammad tercekik. sontak seluruh sahabat langsung berdiri dan Umar bin Khattab yang berada didekat nabi muhammad berkata ” wahai Rasulullah ijinkan saya memenggal kepala orang ini “! sambil memandang Zaid bin San’ah dengan merah padam menahan amarah.

Kemudian nabi memberikan isyarat supaya para jamaah tetap tenang dalam keadaan masih tercekik lalu nabi muhammad menoleh ke Zaid bin San’ah. kemudian nabi muhammad berkata ” wahai yahudi ada apa denganmu “? tanya nabi sambil tidak menyebut nama Zaid bin Sana’ah

“Kau berhutang padaku Muhammad”! dan aku tahu orang Quraisy suka menunda nunda hutang”! kata Zaid bin Sana’ah

“Bukankah belum sampai waktunya saya membayar hutang wahai yahudi”? tanya

Rasulullah. ” saya tidak perduli sekarang bayar hutangmu Muhammad”! kata dia

kemudian Rasulullah berpaling kepada Umar bin Khattab dan berkata ” wahai Umar ambilkan di baitul maal sebanyak 40 Sha’kurma ( setara dengan 40 kg kurma ) untuk membayar orang yahudi ini kemudian 20 sha’ lagi. kemudian Umar bertanya ” wahai Rasulullah 20 sha’ lagi untuk siapa”? tanya umar. ” itu untuk yahudi karena engkau telah menakut nakuti dia ” jawab Nabi.

kemudian Umar bin Khattab keluar dari masjid nabawi dan berjalan menuju baitul maal sembari dibelakangnya Zaid bin Sana’h

sepanjang jalan Umar bin Khattab menahan amarahnya kepada yahudi tersebut. Umar tidak tahan melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya itu sambil memikirkan bagaimana mungkin seorang yahudi bisa mencekik leher Rasulullah di depan matanya. rasanya Umar ingin sekali melampiaskan kemarahannya kepada orang yang dibelakangnya itu.

Tetapi Umar selalu taat kepada Rasulnya dan menahan amarahnya kepada Zaid bin San’ah . Umar yang mempunyai gelar Al Farruq itu mengambil dua buah karung yang akan di isi dengan kurma sebanyak 20 kg dan 20 kg .

karung pertama sudah ter isi 20 sha dan langsung diberikan kepada yahudi itu kemudian umar mengambil karung yang kedua untuk memasukkan 20 sha lagi kurma. saat karung kedua akan di masukan kurma sang yahudi menahan Umar bin khottob seraya berkata ” tahanlah wahai umar “! Umar tidak perduli,” saya hanya melaksanakan perintah nabi SAW! saya tidak akan mendengarmu”! jawab Umar dengan nada ketus.

“wahai Umar apakah kamu tidak mengenal saya”? tanya yahudi

“saya tidak perduli “? jawab Umar

“saya adalah Zaid bin San’ah ” jawab yahudi itu dan sontak Umar langsung menoleh kaget dan menatap tajam Zaid bin San’ah sambil berkata ” kamu Zaid bin San’ah bukankah kau tahu bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah!” tanya Umar

“benar saya mengetahuinya , tetapi cobalah kau pikir saya seorang diri memberanikan diri untuk mencekik Muhammad didepan sahabatnya karena masih ada yang menggaljal dihatiku “. kata yahudi

” MEengapa kau melakukannya” tanya Umar

” semua tanda tanda kenabian sudah saya buktikan tetapi ada satu yang belum saya temukan ” kata yahudi. ” menurut kitab taurat dan injil kasih sayangnya melebihi amarahnya dan saya ingin memancing amarah Muhammad” terang yahudi.

“Sekarang saksikanlah wahai Umar Ashaduallailahaillallah waashaduannamuhammadarasulullah” Yahudi tersebut masuk islam.

Keteladanan Sifat Rasulullah SAW Kepada Istri

Rasulullah adalah rujukan para muslim dan musliman dalam segala hal termasuk sifat sifat beliau yang sangat mulia. beliau mendapatkan gelar “USWATUN KHASANAH” yang artinya teladan yang baik.

Teladan yang diajarkan Raulullah tidak hanya mencakup soal agama saja melainkan dalam segala hal termasuk soal hubungan berumah tangga. Rasulullah adalah orang yang paling santun dan penyayang terhadap keluarga beliau dan bahkan Rasul juga tidak sungkan membantu pekerjaan rumah istrinya tanpa ada yang menyuruhnya.

berikut ini cara yang diajarkan oleh baginda Rasulullah terhadap istrinya agar selalu harmonis.

BERPUASA KARENA TIDAK ADA MAKANAN

Pernah suatu ketika saat Rasulullah sangat lapar kemudian dirumah tidak ada makanan sedikitpun. Rasulullah bertanya kepada Aisyah ra ” belum ada makanan yaa Humairah ( panggilan mesra Rasulullah kepada Aisyah yang artinya Kemerah merahan ) ” kata Rasulullah. Aisyah menjawab ” belum ada makanan apapaun ya Rasulullah.” tanpa wajah yang kesal baginda Rasulullah berkata ” Kalau begitu aku puasa saja hari ini”. lihat betapa mulianya beliau memperlakukan istrinya.

MENYEGERAKAN PULANG SEUSAI SHOLAT BERJAMAAH

Rasulullah selalu mengedepankan sholat berjamaah begitu adzan berkumandang Rasulullah langsung ke masjid selain itu juga beliau menyegerakan pulang kerumah setelah selesai berjamaah. sunggung terlihat begitu indah rumah tangga beliau

TIDAK SUNGKAN MENGERJAKAN URUSAN RUMAH TANGGA

Jika baginda sedang ada dirumah Rasulullah selalu membantu Aisyah dalam urusan rumah tangga contohnya saat Aisyah sedang memasak di dapur.

Aisyah berkata ” jika Rasulullah sedang dirumah beliau selalu membantuku di dapur”

MENJAHID SENDIRI PAKAIAN YANG SOBEK

Rasulullah adalah seorang pemimpin yang tidak mau merepotkan orang lain. jika dirasa bisa dilakukan sendiri maka beliau akan melakukannya sendiri.

seperti kejadian ini dimana pernah suatu ketika baju beliau robek kemudian beliau ambil jarum dan benang lalu menjahitnya sendiri tanpa memanggil sang istri.

MARAH MELIHAT SUAMI MEMUKUL ISTRI

Rasulullah adalah orang yang paling sabar tetapi beliau juga bisa marah namun marahnya rasulullah masih tetap santun dan berkepribadian yang baik.

suatu ketika Rasulullah meliaht seseorang memukul istrinya lalu beliau bertanya kepada sang suami ” mengapa engkau memukuli istrimu?” tanya Rasulullah. sang suami menjawab dengan nada gemetar. ” ya Rasulullah istriku itu sangat keras kepala sudah saya nasehati masih saja seperti itu ” jawab sang suami. kemudian Rasuluulah berkata ” saya tidak menanyakan urusanmu yang saya tanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak anakmu?”.

RASULULLAH SANGAT LEMAH LEMBUT TERHADAP ISTRINYA

Rasulullah adalah orang yang paling tegas dalam kepemimpinan tetapi rasul juga memiliki sifat yang sangat lemah lembut terhadap istri beliau.

beliau bersabda ” laki laki yang paling baik adalah laki laki yang lemah lembut, santu dan penyayang kepada istrinya.”

RASULULLAH TIDAK PERNAH SOMBONG

Beliau mendapatkan derajat paling tinggi di sisi Allah SWT namun Rasulullah selalu rendah hati kepada sesama. salah satunya adalah beliau mau menyuapi seorang pendeta tua di pasar, mengasihi anak yatim, menolong sesama dan masih banyak lagi tauladan rasulullah.

SELALU BERSYUKUR KEPADA ALLAH SWT

Rasulullah adalah orang yang sudah dijamin masuk syurga oleh Allah tetapi beliau selalu beribadah walaupun badannya sudah tidak mampu lagi. suatu ketika Rasulullah ditanya oleh Aisyah. Aisyah bertanya ” ya Rasulullah bukannya baginda sudah dijamin masuk surga? lantas mengapa engkau masih bersusah payah beribadah ?”. rasul menjawab ” ya Aisyah apakah saya tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur”?

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai